Perbankan Syariah

Karim Consulting: Satu Bank Raksasa Diprediksi Konversi ke Syariah pada 2027, Siapa Ya?

  • Bank hasil konversi diprediksi miliki aset Rp 213,8 T dan jadi BUS nomor dua.
  • Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha

KARIM Consulting Indonesia (KCI) memprediksi satu bank umum konvensional beraset besar akan melakukan konversi menjadi bank umum syariah (BUS) pada 2027. Bank tersebut diproyeksikan memiliki aset sekitar Rp 213,8 triliun setelah konversi dan berpotensi menjadi BUS terbesar kedua setelah Bank Syariah Indonesia (BSI).

Proyeksi tersebut disampaikan dalam acara Islamic Finance Outlook 2027: How Consolidation Will Redefine Indonesian Islamic Finance yang digelar KCI di CGV Pacific Place, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Forum tersebut membahas arah konsolidasi dan peta jalan industri keuangan syariah nasional ke depan.

Project Manager KCI Rachmat Nafah Rizali mengatakan konversi bank konvensional menjadi BUS menjadi salah satu game changer yang diperkirakan mengubah peta industri perbankan syariah pada 2027. Perubahan tersebut diyakini bakal mendorong akselerasi pangsa pasar keuangan berbasis syariah.

“Asumsi kita, untuk bank yang konvensional ini, mereka kemungkinan besar akan melakukan konversi,” kata Rachmat yang akrab disapa Zali. Langkah konversi tersebut dinilai sebagai pilihan strategis bagi perseroan dalam memperluas jangkauan bisnisnya.

Menurut Zali, potensi konversi terlihat dari pertumbuhan unit usaha syariah (UUS) bank tersebut yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bisnis konsolidasi. Profitabilitas UUS tersebut juga dinilai jauh lebih tinggi.

Dari sisi portofolio, bank tersebut telah mengurangi porsi pendanaan korporasi dan meningkatkan pembiayaan ritel serta UMKM. Pergeseran strategi ini semakin memperkuat indikasi kesiapan bank untuk beralih secara penuh ke sistem syariah.

“Pertama, dari sisi profitabilitas arbitrage, kita sudah bisa melihat ya, kalau bisnisnya itu lebih baik,” ujarnya. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja operasional lini syariah menunjukkan prospek yang kian menjanjikan.

Zali menilai konversi juga lebih sederhana dibandingkan dengan pemisahan UUS melalui spin-off. Bank tidak perlu membangun entitas terpisah dengan struktur dan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) sendiri.

“Kalau konversi itu jadi lebih mudah. Kita tidak perlu ada sinergi, tidak perlu menghitung biaya ini dan itu, serta tidak perlu pusing memikirkan SDM nanti bagaimana,” katanya. Kemudahan prosedur inilah yang membuat opsi konversi dipandang lebih efisien.

KCI memperkirakan konversi tersebut dapat menambah sekitar Rp 170 triliun terhadap aset industri perbankan syariah. Bank hasil konversi juga diproyeksikan langsung menempati posisi BUS terbesar kedua setelah BSI.

“Kalau nanti bank ini berhasil konversi, kami prediksi kemungkinan bank ini akan menjadi bank umum syariah terbesar kedua setelah BSI,” ujar Zali. Kehadiran emiten syariah skala besar baru tersebut diyakini akan memperketat persaingan industri perbankan nasional.

Proyeksi aset sekitar Rp 213,8 triliun tersebut memiliki besaran yang hampir sama dengan aset PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Berdasarkan laporan semester I 2026, aset Maybank Indonesia mencapai Rp 213,81 triliun per Juni 2026. Namun, KCI tidak menyebutkan secara spesifik nama bank konvensional yang diproyeksikan bakal melakukan konversi tersebut.

https://sharia.republika.co.id/berita/tmher0370/karim-consulting-satu-bank-raksasa-diprediksi-konversi-ke-syariah-pada-2027-siapa-ya-part2

Leave a Reply