Bank BSN Kuasai Pangsa KPR Subsidi Syariah, Menteri PKP Beri Apresiasi
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mencatatkan kinerja penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang terus meningkat hingga April 2026. Bank BSN kini menjadi salah satu penyalur utama pembiayaan perumahan rakyat, khususnya pada segmen KPR subsidi berbasis syariah.
Berdasarkan data Januari hingga April 2026, Bank BSN merealisasikan penyaluran KPR subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 16.523 unit dengan total plafon pembiayaan mencapai Rp2,7 triliun yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, kinerja penyaluran KPR subsidi terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2025, realisasi KPR subsidi tercatat sebanyak 59.463 unit, sedangkan pada 2026 perseroan menargetkan penyaluran mencapai 73.700 unit.

“Konsistensi dan komitmen Bank BSN dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya di 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit. Ini bentuk komitmen Bank BSN untuk mendukung Program 3 Juta Rumah,” kata Alex usai menerima kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di kantor Bank BSN, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Capaian hingga akhir April 2026 menempatkan Bank BSN pada posisi kedua nasional dengan pangsa pasar KPR subsidi sebesar 23,4 persen. Pada segmen perbankan syariah, Bank BSN menjadi pemimpin pasar dengan penguasaan KPR subsidi syariah mencapai 84 persen atau setara 16.523 unit.
Alex menyatakan Bank BSN siap mendukung penuh program perumahan pemerintah melalui penguatan layanan digital serta kolaborasi dengan ekosistem properti nasional.
“Bank BSN berkomitmen untuk dapat menyalurkan KPR Subsidi skema FLPP sebanyak 73.700 unit di tahun 2026 ini melalui berbagai inovasi layanan digital dan penguatan kolaborasi dengan ekosistem properti,” pungkas Alex.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi pertumbuhan kinerja tersebut serta optimistis target penyaluran tahun ini dapat tercapai.
“Terima kasih Pak Dirut Bank BSN. Untuk target yang 73.700 saya optimis tercapai sesudah melihat langkah-langkah, SDM yang dipersiapkan, juga peta jalan Bank BSN. Bank BSN ini sudah nomor dua sesudah BTN, jadi ini perdana untuk penggarapan Kota Baru nanti,” ujar Maruarar.

Untuk mempercepat realisasi program perumahan, Bank BSN juga didorong menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp500 miliar. Program tersebut diproyeksikan mulai berjalan dalam dua bulan ke depan setelah memperoleh dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain pembiayaan FLPP, Bank BSN bersiap memperluas pembiayaan rumah tapak dan rumah susun subsidi sesuai regulasi terbaru pemerintah. Salah satu proyek yang disiapkan ialah pengembangan kawasan Kota Baru di Kabupaten Tangerang pada lahan milik Kementerian Hukum seluas 3 hingga 4 hektar.
“Proses KUR Perumahan akan dijalankan oleh Bank BSN. Persiapannya sudah sangat matang. Nanti juga ada langkah untuk rumah tapak dan rumah susun subsidi yang aturannya sudah dikeluarkan,” kata Alex.
Kawasan Kota Baru tersebut diproyeksikan menjadi hunian terpadu dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, serta sarana olahraga yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok menengah tanggung.
Maruarar menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan opsi tenor kredit hingga 40 tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Skema ini menyasar pekerja muda seperti aparatur sipil negara, TNI, dan Polri yang baru memulai karier.

