Perbankan Syariah

Laba Bank Mega Syariah Tumbuh 17,56 Persen, Pembiayaan Tembus Rp 10 Triliun

  • Pertumbuhan pembiayaan dan dana murah menopang kinerja Bank Mega Syariah.

PT Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak lebih dari Rp 137 miliar hingga Juni 2026 atau tumbuh 17,56 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pembiayaan, perbaikan struktur dana murah, serta ekspansi pada segmen komersial dan ritel.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan kualitas aset guna memperkuat kinerja keuangan secara berkelanjutan.

“Strategi ini penting agar Bank Mega Syariah dapat terus tumbuh secara sehat serta memberikan layanan keuangan syariah yang semakin relevan bagi masyarakat,” kata Hanie dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Hingga Juni 2026, total pembiayaan Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp 10 triliun atau tumbuh lebih dari 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan pembiayaan terutama ditopang segmen komersial, khususnya corporate banking dan business banking, serta didukung peningkatan pembiayaan ritel melalui Syariah Card dan pembiayaan konsumer.

Pembiayaan segmen komersial meningkat menjadi lebih dari Rp 5,96 triliun per Juni 2026 atau tumbuh lebih dari 15 persen secara year to date (YTD).

Di dalam segmen tersebut, pembiayaan corporate banking menjadi kontributor terbesar dengan outstanding lebih dari Rp 4,5 triliun atau meningkat lebih dari 16 persen dibandingkan posisi akhir 2025.

Sementara itu, pembiayaan business banking naik Rp 156 miliar atau sekitar 12 persen menjadi Rp 1,45 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.

Pada segmen ritel, pembiayaan Syariah Card mencapai lebih dari Rp 325,4 miliar atau tumbuh lebih dari 67 persen secara tahunan. Adapun pembiayaan konsumer tercatat sebesar Rp 601 miliar atau meningkat 17,73 persen dibandingkan Juni 2025.

Hanie mengatakan pertumbuhan pembiayaan yang sehat menjadi salah satu fokus utama perseroan. Bank Mega Syariah juga terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, menjaga kualitas portofolio, serta mendorong profitabilitas yang berkelanjutan.

Selain pembiayaan, perseroan juga mencatat perbaikan struktur dana murah yang terutama berasal dari segmen ritel. Dana pihak ketiga (DPK) ritel mencapai Rp 5,84 triliun per Juni 2026 atau meningkat lebih dari 3,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, giro tumbuh sekitar 24,03 persen secara tahunan, sedangkan tabungan meningkat 10 persen. Perbaikan komposisi dana murah tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat kemampuan bank dalam menyalurkan pembiayaan bagi sektor produktif.

https://sharia.republika.co.id/berita/ti1eb2370/laba-bank-mega-syariah-tumbuh-1756-persen-pembiayaan-tembus-rp-10-triliun-part2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *