Laba Bank Muamalat Naik 47,5 Persen, Pembiayaan Ritel Kian Diminati
Laba sebelum pajak bank syariah ini tumbuh 47,5 persen secara tahunan.
- Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
Kinerja PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menunjukkan perbaikan pada 2025. Laba sebelum pajak bank syariah ini tumbuh 47,5 persen secara tahunan menjadi Rp 30,1 miliar.
Pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan pembiayaan yang mencapai Rp 18,5 triliun, naik 10,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan berbasis bagi hasil, khususnya mudharabah, bahkan melonjak lebih dari 40 persen.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan, perbaikan kinerja ini tidak lepas dari konsolidasi bisnis yang dilakukan sepanjang tahun lalu. “Sejumlah indikator utama berhasil kami jaga tetap tumbuh positif, mulai dari aset, pembiayaan, hingga dana pihak ketiga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).
Dari sisi penghimpunan dana, simpanan masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9 persen menjadi Rp 45,5 triliun. Sementara total aset naik tipis 3,8 persen menjadi Rp 62,3 triliun. Angka ini menunjukkan bank masih mampu menjaga likuiditas di tengah persaingan industri perbankan yang ketat.
Di level masyarakat, tren pembiayaan ritel menjadi penopang penting. Produk pembiayaan emas, misalnya, melonjak signifikan hingga puluhan kali lipat. Kenaikan ini mencerminkan minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian.
Imam menilai lonjakan tersebut tak lepas dari meningkatnya literasi keuangan syariah. “Kepercayaan masyarakat terhadap produk seperti Solusi Emas Hijrah terus meningkat. Ini jadi sinyal positif untuk pengembangan ke depan,” katanya.
Selain itu, jumlah nasabah juga meningkat tajam. Pengguna layanan digital Muamalat DIN telah menembus lebih dari 600 ribu, dengan pertumbuhan transaksi di atas 11 persen. Perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan digital ikut mendorong efisiensi dan kemudahan akses perbankan.
Di sisi permodalan, bank mencatat rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 26,37 persen, jauh di atas batas minimum regulator. Ini memberi ruang bagi ekspansi usaha, terutama pada segmen ritel dan UMKM yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Bank Muamalat mulai mengarahkan strategi tidak hanya pada keuntungan finansial, tetapi juga pada nilai sosial melalui pendekatan syariah. Integrasi layanan zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam aplikasi menjadi bagian dari upaya memperkuat peran ekonomi umat.
Sementara itu, SEVP Operations Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan seluruh kantor cabang Bank Muamalat telah kembali beroperasi sesuai jam layanan yang berlaku, yakni pukul 08.00–15.30 sejak Rabu (25/3/2026) lalu.
“Setelah beberapa hari libur Lebaran 2026, operasional bank dinanti nasabah. Hal ini wajar, mengingat aktivitas ekonomi perlahan mulai pulih, dan kami yakin banyak nasabah yang membutuhkan layanan perbankan, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis,” kata Dedy dalam keterangannya di Jakarta.
Dedy menyebut tanggal 25 Maret 2026 menjadi momen ketika roda ekonomi kembali bergulir. Aktivitas perbankan juga mulai berjalan seperti biasa, termasuk layanan di kantor cabang, operasional teller, hingga layanan administrasi lainnya melalui customer service.
Selain layanan tatap muka di kantor cabang, Bank Muamalat juga terus mengandalkan kanal digital sebagai bagian dari strategi peningkatan kenyamanan dan relevansi nasabah. Berbagai layanan dan informasi perbankan syariah dapat diakses melalui mobile banking Muamalat DIN, internet banking, cash management system Madina, serta jaringan ATM yang tersebar di berbagai daerah.
Dengan optimalisasi layanan digital tersebut, nasabah tetap dapat melakukan transaksi keuangan syariah kapan pun dan di mana pun, termasuk pada momen penting setelah libur Lebaran. Bank Muamalat berharap kombinasi layanan fisik dan digital ini dapat mendukung kebutuhan transaksi nasabah yang semakin beragam, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah.
Dedy menambahkan ke depan, Bank Muamalat memosisikan diri sebagai bank syariah yang fokus pada ekosistem haji, umrah, dan ziswaf, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi umat. “Insya Allah Bank Muamalat senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah dan menjadi Jalan Hijrah Menuju Berkah bagi siapa pun yang ingin membangun masa depan keuangan yang lebih baik, lebih tenang, dan lebih bermakna,” kata Dedy.

